Do’a Agar Anak keturunan Menjadi Sholeh
kita telah mengetahui bahwa hidayah dan taufik semata-mata dari Allah dan kita hanya bisa berusaha dan berusaha, namun namanya hidayah tetap kita serahkan pada-Nya.
Tidak usah jauh-jauh, cobalah kita perhatikan nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu para nabi. Lihatlah bagaimana kehidupan beliau. Perhatikanlah bahwa di waktu kecil saja, beliau dalam keadaan yatim, sudah ditinggalkan ibu bapaknya. Beliau tumbuh dalam keadaan fakir, lalu siapakah yang selalu menjaganya? Siapakah yang menumbuhkan keimanannya? Siapakah yang mewahyukan kitab suci Al Qur’an padanya? Dialah Allah subhanahu wa ta’ala, segala kenikmatan adalah dari-Nya, segala kemuliaan dan sanjungan berhak ditujukan pada-Nya.
Jika kita telah mengetahui hal ini, yakin bahwa yang memberi hidayah adalah Allah dan yakin pula bahwa setiap penjagaan adalah dari-Nya, maka hendaklah kita memanjatkan do’a pada-Nya agar anak dan keturunan kita menjadi sholeh dan baik. Mintalah pada-Nya agar keturunan kita senantiasa mendapat berkah, juga selamat dari berbagai bahaya dan kejelekan. Mintalah pada Allah, semoga mereka senantiasa mendapatkan perlindungan dari gangguan setan, manusia jahat, dan jin. Inilah kebiasaan orang sholih yang sebaiknya kita tiru.
Do’a Untuk Memperbaiki Keturunan
Do’a Pertama
“ROBBANA HAB LANA MIN AZWAJINA WA DZURRIYATINA QURROTA A’YUN, WAJ’ALNA LILMUTTAQINA IMAMAA.”
(Wahai Rabb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)
Do’a Kedua
“ROBBI AWZI’NI AN ASYKURO NI’MATAKALLATI AN ‘AMTA ‘ALAYYA. WA ‘ALA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOLIHAN TARDHOH, WA ASHLIH LII FI DZURRIYATIY”
(Wahai Rabbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku) (QS. Al Ahqof:15)
Semoga kita bisa mengamalkan do’a yang mudah dihafalkan ini. Semoga kita tidak jemu untuk selalu memanjatkan do’a kepada-Nya. Allah tidak mungkin membiarkan hamba-Nya yang menengadahkan tangan kepada-Nya, lalu dia pulang dengan tangan hampa.
Jazakumullahu khair
(Di copy dari Belajar Adab Sunnah Rosulullah SAW)
4 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Desember 2011 (1)
- Januari 2011 (2)
- Desember 2010 (3)
- November 2010 (2)
- Agustus 2010 (1)
- April 2010 (1)
- Oktober 2009 (2)
- Agustus 2009 (1)
- Juli 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Januari 2009 (4)
- Oktober 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

Aaamiiiiin….
Like this, mas…
Banyak2 bikin tulisan kayak gini mas, kan klo ada yg baca trus mengamalkan, Insya Allah ada “komisi” buat mas Tora, amiiiiin…
jangan lupa nikahnya…kalo cuma berdoa kurang afdol pak dhe…
@sarib
Sendiko dawuh ndoro, dongakne wae rip .. iki dalam tahap menentukan hari kekekekeke
klw seorang istri berdoa dg doa yg pertama,apakah redaksi kalimatnya dirobah??jazakumulloh khoyron